
4 Hal Penting Dari Kemenangan Mengejutkan Pantai Gading atas Prancis di Uji Coba Pra-Piala Dunia
June 13, 2026 · Global
Pantai Gading meraih kemenangan mengejutkan atas Prancis dalam laga persahabatan pra-Piala Dunia, menimbulkan pertanyaan tentang efisiensi pencetak gol Prancis dan menunjukkan potensi Pantai Gading sebagai kuda hitam di turnamen.
Emerse Faé layak mendapat banyak pujian setelah berhasil menciptakan kejutan di kota kelahirannya. Pelatih Pantai Gading yang lahir di kota Nantes, Prancis, memimpin timnya meraih salah satu kejutan terbesar menjelang Piala Dunia 2026 dengan mengalahkan favorit turnamen, Prancis, pada Kamis malam. Namun, hasil ini menimbulkan kekhawatiran mengenai efisiensi mencetak gol Prancis dan insting mereka untuk menyelesaikan pertandingan yang seharusnya bisa dimenangkan. Ini juga menempatkan sorotan pada tim Pantai Gading yang kini bisa menjadi salah satu kuda hitam potensial di turnamen.
Cerita utama dalam pertandingan ini adalah bagaimana Pantai Gading membalikkan keadaan di babak kedua, berkat kontribusi dari pemain kelahiran Prancis, Guéla Doué (yang saudaranya, Désiré Doué, bermain untuk Prancis) dan Nicolas Pépé. Doué lah yang memberikan assist untuk gol penentu kemenangan Amad Diallo. Berikut adalah beberapa hal yang perlu dicatat:
- Pemborosan Prancis Menjadi Kekhawatiran
Kylian Mbappé dan tim Prancis mengalami kesulitan pada Kamis malam. Prancis menguasai pertandingan di Nantes pada awalnya tetapi tidak dapat menyelesaikannya. Hanya setelah gol Rayan Cherki di menit ke-45, Les Bleus akhirnya berhasil mencetak gol. Pelatih Prancis, Didier Deschamps, membuat keputusan yang jelas untuk tidak menurunkan pemain yang baru saja memenangkan Liga Champions dengan Paris Saint-Germain, termasuk Ousmane Dembélé. Namun demikian, kualitas pemain seperti Bradley Barcola, Warren Zaire-Emery, Désiré Doué, dan Lucas Hernández tetap tersedia di bangku cadangan. Dengan serangan yang dipimpin oleh Kylian Mbappé, Marcus Thuram, dan Michael Olise, Prancis seharusnya bisa lebih produktif. Pantai Gading berhasil menjaga skor 0-0 cukup lama dan bahkan memiliki kesempatan untuk memimpin ketika Simon Adingra memanfaatkan kesalahan gelandang Real Madrid, Aurélien Tchouaméni, namun penyelamatan gemilang dari kiper Mike Maignan menggagalkan peluang tersebut.

Meskipun memiliki keunggulan di babak pertama, Prancis terkesan boros. Mbappé melihat satu kesempatan bagus diselamatkan oleh Yahia Fofana di awal pertandingan. Thuram dan Olise juga gagal memanfaatkan peluang di babak pertama. Mbappé, yang kini hanya terpaut satu gol dari Olivier Giroud untuk menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Prancis, harus menghadapi kritik atas ketidakmampuannya menyelesaikan peluang. Kegagalan mereka untuk menyelesaikan pertandingan di babak pertama menjadi bumerang. Di saat Prancis boros, Pantai Gading bersikap klinis dengan menyamakan kedudukan di menit ke-53 ketika Guéla Doué melesat sendirian menghadapi Maignan setelah menerima umpan sempurna dari Pépé. Kemudian, di menit ke-84, Doué memberikan umpan kepada Diallo yang berhasil menyelesaikannya dari tengah kotak penalti. Di Piala Dunia, peluang untuk mencetak gol akan lebih sulit didapat dan kecuali Prancis dapat memaksimalkan peluang yang ada, mereka bisa menghadapi jalan yang sulit meskipun memiliki bakat yang luar biasa.
-
Disiplin Pantai Gading Berbuah Manis
Di awal pertandingan, tampaknya Prancis akan mendominasi. Tim Deschamps mengendalikan tempo permainan dan memiliki banyak peluang awal. Namun, Pantai Gading perlahan mulai menemukan ritme dan Faé kini memiliki kesempatan untuk membawa Pantai Gading meraih kemenangan yang berarti, memberikan mereka momentum menjelang Piala Dunia. Bermain di kandang tim favorit Piala Dunia dan tertinggal di babak pertama, Pantai Gading merespons dengan permainan brilian. Gol-gol yang mereka cetak ditunjukkan melalui kualitas individu yang mengesankan dengan umpan yang memotong lini tengah dan pertahanan Prancis. Di awal pertandingan, Pantai Gading bisa saja merasa frustrasi atau tertekan, tetapi mereka justru mempertahankan ketenangan dan membiarkan kualitas individu mereka bersinar. Bek kanan Doué tampil sebagai pemain terbaik di lapangan, mendorong serangan dengan efektif dan mencetak satu gol serta satu assist. Secara defensif, ia juga sangat mengesankan dalam menahan serangan Prancis di sisi lapangannya. Ia pun dapat sedikit berbangga setelah mengalahkan tim saudaranya. -
Kasus Cherki Untuk Menjadi Starter
Apakah Rayan Cherki pantas menjadi starter di Piala Dunia untuk Prancis? Dalam tim seberbakat Les Bleus, persaingan untuk mendapatkan menit bermain sangat ketat. Cherki umumnya tidak dianggap sebagai starter di tim utama Prancis, tetapi penyerang Manchester City ini membuat argumen kuat pada Kamis lalu dengan tampil sebagai pemain terbaik di lapangan di babak pertama. Selama bertahun-tahun, ia menjadi bagian dari tim muda Prancis dan merupakan anggota tim Olimpiade 2024 yang meraih medali perak. Cherki akhirnya mendapatkan debutnya untuk Prancis pada 5 Juni 2025 dan mencetak gol perdananya. Tepat sebelum babak pertama, ia mencetak gol kedua dalam karir internasionalnya untuk memberikan keunggulan 1-0 bagi tuan rumah. Selain gol tersebut, Cherki sangat aktif sepanjang 78 menit di lapangan dan terus menemukan ruang berbahaya serta membantu rekan-rekannya dalam serangan. Ia menjadi salah satu sedikit titik terang dalam hari buruk bagi Prancis. -
Pantai Gading Sebagai Kuda Hitam?
Guéla Doué adalah pemain terbaik dalam pertandingan ini. Ada pembicaraan tentang Pantai Gading sebagai tim yang berpotensi mengejutkan di Piala Dunia mendatang. Mereka memiliki grup yang cukup menguntungkan dengan Ekuador, Curaçao, dan Jerman di Grup E. Namun, kini ekspektasi hanya akan meningkat. Kemenangan atas Curaçao seharusnya diharapkan dan hasil positif melawan Jerman akan memerlukan ketahanan yang serupa dengan saat mengalahkan Prancis. Pertandingan melawan Ekuador bisa menjadi pertandingan yang seimbang. Yang perlu dicatat bagi Pantai Gading adalah bahwa hasil melawan Prancis tidak terjadi seperti biasanya dalam kejutan, di mana tendangan bebas, penalti, atau kartu merah mengubah jalannya permainan. Pantai Gading mencetak dua gol dari permainan terbuka dengan umpan-umpan berkualitas tinggi dan penyelesaian yang efektif. Pertandingan ini menunjukkan bahwa Pantai Gading memiliki bakat untuk bersaing dengan yang terbaik dan para pemainnya percaya akan kemampuan mereka.